AkuDisini
Lembaran kertas ku genggam erat,
Menanam tekad tak hirau cemuhan,
Istikharah demi istikharah,
Petunjuk demi petunjuk,
Akal dan hati bergabung bicara
“menuntut ilmu biar sampai ke serambi mekah”,
Langkah bermula menuju nyata.
Lantunan syukur syahdu bergema,
Seraya tiba di kolej terbaik seantero dunia,
Meskipun perit di mata tapi indah di hati.
Ya ayyuhal sodiqi, erat kembali genggaman ini,
Kita selusuri semula memori lalu seorang
Pelajar KTD,
Aku Disini…
Merenung jauh kerusi lama itu,
Masih disitu,
Masih menunggu pelajar yang baru,
Masih setia di dalam kuliah itu,
Aku disini…
Melihat guru itu,
Terpisat-pisat kelopak matanya di bawahan
sinaran lampu neon,
Berusaha sehabis daya,
Membina anak didik pewaris agama dan bangsa.
Aku disini...
Aku disini...
Merasa suka dan duka,
Jatuh dan bangun ku silih berganti mengisi putaran
roda masa majazi,
Aku disini…
Sering di rempuh diasak ujian hidup,
Hingga pernah rebah tersungkur di tengah arus
duniawi,
mua’lim mua’limah disayangi,
Membangkitkan
kembali dari igauan mundur sendiri,
Tersentak aku dibuai mimpi semalam,
Mengimbau kembali memori kita bersama.
Akhirnya aku disini…
Menghitung detik perpisahan tetapan ilahi,
Masih lagi mengutip sisa memori,
Agar tertaut di dalam hati fillah abadan abada.
Kini adalah realiti,
Hari esok adalah kita sebagai
"UmmahSejati"
Nukilan: Master91
Nukilan: Master91
No comments:
Post a Comment